Langkah pencegahan bencana tanah longsor di kawasan perbukitan dan tebing perkebunan terus dilakukan oleh para pengelola lahan melalui metode pemanfaatan vegetasi tanaman khusus alami. Langkah penanaman pohon rumput akar wangi atau vetiver sukses mengikat struktur tanah tebing yang curam agar tidak mudah tergerus oleh luapan air hujan yang deras di musim basah. Akar rumput unik ini memiliki kemampuan menembus kedalaman tanah hingga beberapa meter dan berfungsi sebagai jangkar alami yang sangat kuat dalam menahan pergerakan lapisan tanah tebing.
Keunggulan penggunaan tanaman pencegah longsor ini terletak pada biayanya yang jauh lebih murah dibanding pembuatan dinding penahan dari material semen dan batu yang mahal harganya. Pelaksanaan penanaman pohon pencegah erosi dilakukan secara gotong royong oleh para pekerja kebun bersama warga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tebing rawan longsor tersebut. Dalam waktu singkat, rumput ajaib ini tumbuh dengan sangat lebat dan membentuk benteng hijau yang sangat solid dalam melindungi kawasan permukiman dan areal perkebunan warga di bawahnya.
Selain berfungsi sebagai penahan erosi tanah, vegetasi tanaman ini juga memiliki kemampuan menyerap air hujan secara maksimal dan menyimpannya di dalam tanah sebagai cadangan air bersih desa. Kehadiran penanaman pohon pemelihara lingkungan ini terbukti berhasil menjaga ketersediaan air sumur warga tetap melimpah meski saat musim kemarau panjang tiba di daerah tersebut. Daun rumput yang memanjang juga dapat dipotong secara berkala untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi dan kambing milik warga lokal sekitar perkebunan.
Para ahli lingkungan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah pengelola perkebunan dalam menerapkan metode konservasi tanah berbasis vegetasi alami yang sangat efektif dan ramah lingkungan ini. Pendekatan ekologis ini terbukti mampu menjaga kelestarian ekosistem kawasan perbukitan tanpa merusak keindahan pemandangan alam asli di wilayah pedesaan tersebut. Keberhasilan proyek konservasi ini menjadi percontohan bagi pengelola lahan perkebunan lainnya di seluruh Indonesia dalam mengatasi masalah kerusakan tanah tebing secara aman.
Pemerintah daerah berencana memperluas gerakan penghijauan tebing ini ke seluruh wilayah rawan bencana alam longsor di kawasan pegunungan kabupaten setempat secara masif. Pembagian bibit tanaman rumput penahan erosi diberikan secara gratis kepada masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan yang rawan tergerus air. Diharapkan melalui upaya penataan vegetasi yang berkelanjutan ini, keselamatan warga dapat terjamin secara aman serta keasrian alam perbukitan tetap terpelihara dengan baik sepanjang waktu.